Kamis, 25 Juli 2013
Jumat, 05 Juli 2013
RUTINITAS REMAJA -
RUTINITAS REMAJA
Hai jo, kalian paham kan rutinitas
para remaja kaya kita di hari-hari liburan kaya gini. Ya apalagi kalo bukan,
bangun siang, online seharian, bahkan lupa deh waktu buat mandi. Pas liat jam
ternyata uda siang dan cuma bilang oh bentar lagi sore, mandinya ntar pas sore
aja udah tanggung soalnya. Haha ngaku aja deh, beberapa dari kalian pernah
ngelakuin itu kan? Ini lah nikmatnya jadi remaja. Biar dibilang bau, ngga enak
diliat, cuma kita keluarin omongan itu lewat kuping kiri kita J
Hal kaya gini sih udah wajar di
kalangan kita. Tapi kalo sampe orangtua ngamuk gimana nih urusannya? Wallahu ‘alam
deh L
kalo menurut gue, bangun siang, online seharian, ngga mandi sih ngga ada
masalah. Tapi kalian juga tetep harus inget kewajiban kita sebagai seorang anak
harus berbakti kepada ortu kita masing-masing kan. Jadi sebelum kalian nglakuin
rutinitas yang buruk ini di mata orang, kerja dulu deh buat orangtua kita,
walaupun di rumah udah ada pembantu seengganya kita bantu hal-hal yang kecil. Jangan
merasa kalian hidup seolah sendiri di rumah itu.
Kalian tau engga jo, ada nih cerita
nyata. Ini beneran terjadi loh, ada seorang anak yang engga lulus UN nya,
gara-gara apa coba? Percaya ngga kalo dia ngga lulus gara-gara disuruh apa gitu
sama Ibunya, terus anak ini mbantah perintah itu. Astaghfirullohal ‘adzim… so,
kalian jangan pernah ngremehin perintah ortu yah. Sebab ridho Allah ada pada
ridho orangtua kita.
Kebetulan juga kan, beberapa hari
lagi bulan ramadhan datang. Pas banget nih, bulan ini buat ningkatin rasa bakti
kita ke orangtua. Sesegara deh, kalian minta maaf atas segala salah J
dah sobat…..
Renungi Hidup--MERAH DITENGAH BIRU
Orang bilang, kehidupan ini seperti roda yang akan selalu berputar.
Setiap orang pernah merasakan jatuh, terpuruk dan merasa hidup ini ngga ada
artinya. Tapi, coba ingat sebelum Anda merasakan ini pasti ada kebahagiaan,
kedamaian, dan ketentraman dalam hidup Anda kan? Jangan bilang tidak! Meskipun
itu hanya sesuatu yang kecil. Cobalah Anda hargai sesuatu dari yang paling
kecil, jika Anda inigin dihargai oleh sekelompok orang.
Jika Anda berada diantara dua cermin masyarakat yang berbeda
pandangannya. Misalkan, kelompok A merupakan kumpulan orang yang selalu
menggunakan logikanya untuk melakukan sesuatu tanpa banyak bicara. Dan banyak
sekali syarat untuk bergabung dalam kelompok tersebut. Jika Anda merupakan
orang yang biasa saja dan justru berprinsip kebalikan dengan mereka, lalu Anda
bergabung dengannya. Dan semua yang Anda lakukan berdasarkan paksaan untuk
menjadi sama dengan mereka yang berbeda dasarnya dengan diri Anda. Anda
bagaikan biru yang berada di tengah-tengah warna biru tersebut. Tak terlihatkan
? Namun, kita lihat akibatnya. Mereka jarang sekali untuk berkomunikasi,
sehingga kecilnya koordinasi yang tercipta diantara mereka. Lalu, bayangkanlah
ketika kelompok tersebut sedang dalam kondisi bahaya. Apa yang akan terjadi?
Mereka hanya akan menyelamatkan diri sendiri, tanpa ada keinginan untuk bersama
dengan kawannya.
Sedangkan kelompok B, merupakan kelompok orang yang kebanyakan
masyarakat memandang rendah kelompok ini. Karena tak memerlukan banyak syarat
untuk bergabung dengan mereka. Mereka berpedoman pada suatu prinsip yaitu
“Manusia merupakan makhluk sosial”. Dalam suatu kehidupan, ada yang dinamakan
proses sosialisasi. Yaitu proses mempelajari atau mengenal kebiasaan yang ada
di lingkungan hidupnya tersebut. Sehingga pada kelompok B ini, mereka akan
membiarkan rakyatnya hidup dengan kebebasan bersosialisasi sendiri namun tetap
diberlakukan suatu peraturan atau adat. Tanpa adanya suatu kekangan, dan jarak
antara strata sosial. Lalu, apa yang akan Anda bayangkan? Tentu saja kehidupan
yang akan terjadi di kelompok ini lebih terbuka, dan saling menciptakan
lingkungan yang baik antar individu.
Jadi, intinya jika Anda berada di antara kelompok yang digambarkan
seperti di atas. Anda tidak perlu merasa rendah, atau bodoh jika bereada di
kelompok B. Karena hidup yang baik itu tak perlu banyak syarat. Biarkan
segalanya berjalan apa adanya namun disertai dengan keinginan untuk maju
bersama. Lebih baik Anda menjadi MERAH DI TENGAH-TENGAH BIRU daripada menjadi
BIRU DI TENGAH WARNA BIRU.
LANGKAH BUAT MOVE ON---
LANGKAH BUAT MOVE ON---
mungkin ini basi yah, sorry sob. cuma mau bagi cerita aja sih.. Saat
ini gue tau, gimana rasanya move on. Gila ! rasanya itu kaya lu naik ke atas
pohon kelapa, trus jalan di dedaunan, abis itu lu lari di atas ombak. Butuh
waktu yang lama kan buat nglakuin langkah demi langkah di atas ? serius nih…
tapi tenang aja sob, lu bakal bisa deh ngrasain jalan di atas dedaunan, trus
lari di atas ombak laut yang kecepatannya bisa lu ukur sih J haha
Pertama
nih, paling pertama..
Lu
buang semua yang pernah dia kasih ke elu, itu sih kalo ada. Soalnya, kalo lu
masih simpen semua benda-benda kenangan itu, mustahil kalo lu ngga bakal sehari
aja engga lu sentuh apalagi lu plototin. Ya kan ? ngaku aja deh. Kecuali kalo
lu simpen benda-benda itu di dalem peti yang lu gembok trus kuncinya lu buang
di empang.. :P
Yang
kedua…
Ketiga
nih..
dan
yang keempat..
kalo
yang ini seriusan, saran langsung loh dari dia. lu harus cari kesibukan lain
yang nguras waktu lu daripada buat mikirin dia ato ngangenin dia. Kumpul bareng
temen lama ke, ngeband di, ato pedekate sama sasaran baru, inget jangan buat
pelampiasan ya sob. Sebab karma itu masih berlaku di hidup ini..
segitu
aja sih yang gue lakuin buat bisa move on, ya walau masih ada
sedikiiiiiiiiiiiiit yang sisa. Gue sih ngga njamin ini berhasil buat lu yah
sob, tapi buat gue semua ini ngebantu prosen move on gue ko. So, kenapa lu
engga ? tetep semangat deh
byebye……………..
Langganan:
Postingan (Atom)