.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Rabu, 19 Oktober 2016

Bunga Mimpi


Bunga Mimpi
Oleh kikiana
Ciputat, 19 Oktober 2016

Kata orang, bunga itu indah
Kata orang, bunga itu wangi
Kata orang, bunga itu menentramkan
Kata orang, bunga itu menghanyutkan
Kemudian...
Kataku, bunga itu harapan
Kataku, bunga itu samar-samar
Kataku, bunga itu meragukan
Kataku, bunga itu melenyapkan
Hadir dalam mimpi
Mimpi bersama bunga
Yang kusenangi di dalamnya
Akrab bersama bunga
Yang kuharapkan di dalamnya
Nyata bersama bunga
Kumenerkanya, dan ia masih sama
Sebagai bunga dalam mimpi

Sabtu, 08 Oktober 2016

Dia Ada

Dia Ada
oleh kikiana
Dunia yang gelap
Tiada cahaya memancar
Oh tidak, lentera kami
Lentera mulai lemah
Mungkinkah dia lelah
Yang dengan susah
Lenyapkan segala gelisah
Mengukir sebuah wajah
Yang tak terarah
Kemudian ada yang menyala
Api kecil entah darimana
Sangat kecil terlihat
Kemudian mencoba menghampiri kami
Sangat berhati-hati dia merambat
Tampak penuh pertimbangan
Atas segala jalan yang akan dilaluinya
Terasa lama dia tiba pada kami
Dan sesuatu aneh terjadi
Takjub kami tak terkendali
Beberapa api dari arah lain
Mulai menyala dan mengikutinya
Seribu mil kemungkinan
Ketika mereka hampir sampai
Mencapai tempat kami berada
Seember air memadamkan mereka
Oh ini gawat
Bukan seember
Itu ada puluhan ember
Mencoba memadamkan sekumpulan api tadi
Kami bingung, ketakutan menyelimuti
Barangkali gelap yang itu
Semakin dekat dengan kami
Sebab lentera pun mulai memadam
Kemudian pujian suci terlantunkan
Dari kami kepadaNya, Sang Gusti Agung
Kami berserah atas keadaan ini
Mungkin Dia lebih tahu yang terbaik bagi kami
Tetap kami memohon kebaikan kepadaNya
Maha Besar, Maha Pengasih
Sungguh Dia mengizinkan
Kami dalam terang kini
Dengan kuasaNya sesuatu lain
Terpancar menerangi kami
Yang cukup lama dalam ketakutan
Mendekati keadaan gelap tak karuan
Tanpa ragu, kini kami bertahan
Lantunan padaNya kami buat lebih menjadi

Sebagai kekuatan dariNya Sang Maha Pencipta

"Nano-Nano Rasa Reborn"

Hai, blogger... lama juga ya ngga ngeblog. Terakhir tahun 2013 ya, hehe. Saya, wah saya. Iya dong, dulu kan jaman-jaman pendewasaan, suka labil nyebut ane, gue, aku, jo.. Kalo sekarang, saya sudah jadi mahasiswi di salah satu universitas negeri di Ciputat, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mantap kan hahaha. Jadi, buat yang tahun ini baru stalk blog saya, maafkan atas kesalahan ejaan saya di postingan-postingan sebelumnya ya. Jadi, mulai sekarang kita sebut saja blog ini dengan "Nano-nano Rasa Reborn", loh kaya Warkop Reborn, nggapapa cuma istilah ko ini. Hehehe. 
Oke.. postingan saya selanjutnya tidak jauh berbeda dengan postingan-postingan sebelumnya. Artinya, saya akan memosting apa pun yang saya ingin posting, tidak berpacu pada satu label saja. Jadi, selamat menikmati, sahabat blogger...

Rabu, 28 Agustus 2013

Lagu Atau Syair? #2

Begitu banyak titik rasa
Namun tak satupun yang terang
Terang, menerangiku
Hanya lembut menyapaku
Tanpa bahasa, tanpa makna

Siapa yang tak butuh arti
Entah buruk atau baik
Itulah pelengkap

Baru sebentar ku berkedip
Sesuatu itu langsung padam
Terus aku berkedip-kedip
Hingga tak ada jejaknya

Akhirnya ku coba pejamkan
Berusaha merasakannya
Kucoba panggil, kucoba teriak
Tak ada tanda apapun
Kini kumulai genggam
Menggenggam bekas aromanya
Harum kuhirup
Aroma itu lenyap, terbawa
Terseret kilat misterius
Kilat yang ingin kupecah
Berharap pecahan itu bisa
Membawanya ke hadapanku
Berdiri tegap penuh makna
Siap untuk ulurkan tangan
Tangan lembut untukku...

Lagu Atau Syair? #1

entah ini puisi atau akan menjadi lagu ke-5 ane


Sepi, senyap..
Seperti itu yang kurasakan
Hening, hampa
Begitu yang kurasakan..

Tapi sesuatu datang sekarang
Dua tahun yang lalu,
Pernah datang
Dengan apa adanya

Sekarang dia masih bersinar
Sinar yang tak berbeda
Masih seperti dulu
Sesuatu yang tak pernah bisa
Untuk kurasa, kuterima

Dan kujalani...
Takkan pernah bisa..
Entah terangnya, redupnya
Rasa itu terus melawan
Dengan paksaan, rasa sakit
Tanpa paksaan, rasa ingin

Indah bila kautak bersinar,
Bersinar di hadapanku, buruk
Tapi di dalam, aku ingin
Ingin membutuhkannya
Ingin merasakannya..

Tapi selalu sakit rasanya
Dari mata dan hatiku
Sinar itu terus menghancurkan

eh, mungkin ini lebih tepat syair ya ^^ bye
 


Translate