Begitu banyak titik rasa
Namun tak satupun yang terang
Terang, menerangiku
Hanya lembut menyapaku
Tanpa bahasa, tanpa makna
Siapa yang tak butuh arti
Entah buruk atau baik
Itulah pelengkap
Baru sebentar ku berkedip
Sesuatu itu langsung padam
Terus aku berkedip-kedip
Hingga tak ada jejaknya
Akhirnya ku coba pejamkan
Berusaha merasakannya
Kucoba panggil, kucoba teriak
Tak ada tanda apapun
Kini kumulai genggam
Menggenggam bekas aromanya
Harum kuhirup
Aroma itu lenyap, terbawa
Terseret kilat misterius
Kilat yang ingin kupecah
Berharap pecahan itu bisa
Membawanya ke hadapanku
Berdiri tegap penuh makna
Siap untuk ulurkan tangan
Tangan lembut untukku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar