.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Jumat, 05 Juli 2013

Renungi Hidup--MERAH DITENGAH BIRU


Orang bilang, kehidupan ini seperti roda yang akan selalu berputar. Setiap orang pernah merasakan jatuh, terpuruk dan merasa hidup ini ngga ada artinya. Tapi, coba ingat sebelum Anda merasakan ini pasti ada kebahagiaan, kedamaian, dan ketentraman dalam hidup Anda kan? Jangan bilang tidak! Meskipun itu hanya sesuatu yang kecil. Cobalah Anda hargai sesuatu dari yang paling kecil, jika Anda inigin dihargai oleh sekelompok orang.
Jika Anda berada diantara dua cermin masyarakat yang berbeda pandangannya. Misalkan, kelompok A merupakan kumpulan orang yang selalu menggunakan logikanya untuk melakukan sesuatu tanpa banyak bicara. Dan banyak sekali syarat untuk bergabung dalam kelompok tersebut. Jika Anda merupakan orang yang biasa saja dan justru berprinsip kebalikan dengan mereka, lalu Anda bergabung dengannya. Dan semua yang Anda lakukan berdasarkan paksaan untuk menjadi sama dengan mereka yang berbeda dasarnya dengan diri Anda. Anda bagaikan biru yang berada di tengah-tengah warna biru tersebut. Tak terlihatkan ? Namun, kita lihat akibatnya. Mereka jarang sekali untuk berkomunikasi, sehingga kecilnya koordinasi yang tercipta diantara mereka. Lalu, bayangkanlah ketika kelompok tersebut sedang dalam kondisi bahaya. Apa yang akan terjadi? Mereka hanya akan menyelamatkan diri sendiri, tanpa ada keinginan untuk bersama dengan kawannya.
Sedangkan kelompok B, merupakan kelompok orang yang kebanyakan masyarakat memandang rendah kelompok ini. Karena tak memerlukan banyak syarat untuk bergabung dengan mereka. Mereka berpedoman pada suatu prinsip yaitu “Manusia merupakan makhluk sosial”. Dalam suatu kehidupan, ada yang dinamakan proses sosialisasi. Yaitu proses mempelajari atau mengenal kebiasaan yang ada di lingkungan hidupnya tersebut. Sehingga pada kelompok B ini, mereka akan membiarkan rakyatnya hidup dengan kebebasan bersosialisasi sendiri namun tetap diberlakukan suatu peraturan atau adat. Tanpa adanya suatu kekangan, dan jarak antara strata sosial. Lalu, apa yang akan Anda bayangkan? Tentu saja kehidupan yang akan terjadi di kelompok ini lebih terbuka, dan saling menciptakan lingkungan yang baik antar individu.
Jadi, intinya jika Anda berada di antara kelompok yang digambarkan seperti di atas. Anda tidak perlu merasa rendah, atau bodoh jika bereada di kelompok B. Karena hidup yang baik itu tak perlu banyak syarat. Biarkan segalanya berjalan apa adanya namun disertai dengan keinginan untuk maju bersama. Lebih baik Anda menjadi MERAH DI TENGAH-TENGAH BIRU daripada menjadi BIRU DI TENGAH WARNA BIRU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate