.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Sabtu, 08 Oktober 2016

"Nano-Nano Rasa Reborn"

Hai, blogger... lama juga ya ngga ngeblog. Terakhir tahun 2013 ya, hehe. Saya, wah saya. Iya dong, dulu kan jaman-jaman pendewasaan, suka labil nyebut ane, gue, aku, jo.. Kalo sekarang, saya sudah jadi mahasiswi di salah satu universitas negeri di Ciputat, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mantap kan hahaha. Jadi, buat yang tahun ini baru stalk blog saya, maafkan atas kesalahan ejaan saya di postingan-postingan sebelumnya ya. Jadi, mulai sekarang kita sebut saja blog ini dengan "Nano-nano Rasa Reborn", loh kaya Warkop Reborn, nggapapa cuma istilah ko ini. Hehehe. 
Oke.. postingan saya selanjutnya tidak jauh berbeda dengan postingan-postingan sebelumnya. Artinya, saya akan memosting apa pun yang saya ingin posting, tidak berpacu pada satu label saja. Jadi, selamat menikmati, sahabat blogger...

Rabu, 28 Agustus 2013

Lagu Atau Syair? #2

Begitu banyak titik rasa
Namun tak satupun yang terang
Terang, menerangiku
Hanya lembut menyapaku
Tanpa bahasa, tanpa makna

Siapa yang tak butuh arti
Entah buruk atau baik
Itulah pelengkap

Baru sebentar ku berkedip
Sesuatu itu langsung padam
Terus aku berkedip-kedip
Hingga tak ada jejaknya

Akhirnya ku coba pejamkan
Berusaha merasakannya
Kucoba panggil, kucoba teriak
Tak ada tanda apapun
Kini kumulai genggam
Menggenggam bekas aromanya
Harum kuhirup
Aroma itu lenyap, terbawa
Terseret kilat misterius
Kilat yang ingin kupecah
Berharap pecahan itu bisa
Membawanya ke hadapanku
Berdiri tegap penuh makna
Siap untuk ulurkan tangan
Tangan lembut untukku...

Lagu Atau Syair? #1

entah ini puisi atau akan menjadi lagu ke-5 ane


Sepi, senyap..
Seperti itu yang kurasakan
Hening, hampa
Begitu yang kurasakan..

Tapi sesuatu datang sekarang
Dua tahun yang lalu,
Pernah datang
Dengan apa adanya

Sekarang dia masih bersinar
Sinar yang tak berbeda
Masih seperti dulu
Sesuatu yang tak pernah bisa
Untuk kurasa, kuterima

Dan kujalani...
Takkan pernah bisa..
Entah terangnya, redupnya
Rasa itu terus melawan
Dengan paksaan, rasa sakit
Tanpa paksaan, rasa ingin

Indah bila kautak bersinar,
Bersinar di hadapanku, buruk
Tapi di dalam, aku ingin
Ingin membutuhkannya
Ingin merasakannya..

Tapi selalu sakit rasanya
Dari mata dan hatiku
Sinar itu terus menghancurkan

eh, mungkin ini lebih tepat syair ya ^^ bye
 


Jumat, 05 Juli 2013

RUTINITAS REMAJA -


 RUTINITAS REMAJA

Hai jo, kalian paham kan rutinitas para remaja kaya kita di hari-hari liburan kaya gini. Ya apalagi kalo bukan, bangun siang, online seharian, bahkan lupa deh waktu buat mandi. Pas liat jam ternyata uda siang dan cuma bilang oh bentar lagi sore, mandinya ntar pas sore aja udah tanggung soalnya. Haha ngaku aja deh, beberapa dari kalian pernah ngelakuin itu kan? Ini lah nikmatnya jadi remaja. Biar dibilang bau, ngga enak diliat, cuma kita keluarin omongan itu lewat kuping kiri kita J

Hal kaya gini sih udah wajar di kalangan kita. Tapi kalo sampe orangtua ngamuk gimana nih urusannya? Wallahu ‘alam deh L kalo menurut gue, bangun siang, online seharian, ngga mandi sih ngga ada masalah. Tapi kalian juga tetep harus inget kewajiban kita sebagai seorang anak harus berbakti kepada ortu kita masing-masing kan. Jadi sebelum kalian nglakuin rutinitas yang buruk ini di mata orang, kerja dulu deh buat orangtua kita, walaupun di rumah udah ada pembantu seengganya kita bantu hal-hal yang kecil. Jangan merasa kalian hidup seolah sendiri di rumah itu.

Kalian tau engga jo, ada nih cerita nyata. Ini beneran terjadi loh, ada seorang anak yang engga lulus UN nya, gara-gara apa coba? Percaya ngga kalo dia ngga lulus gara-gara disuruh apa gitu sama Ibunya, terus anak ini mbantah perintah itu. Astaghfirullohal ‘adzim… so, kalian jangan pernah ngremehin perintah ortu yah. Sebab ridho Allah ada pada ridho orangtua kita.

Kebetulan juga kan, beberapa hari lagi bulan ramadhan datang. Pas banget nih, bulan ini buat ningkatin rasa bakti kita ke orangtua. Sesegara deh, kalian minta maaf atas segala salah J

dah sobat…..

Renungi Hidup--MERAH DITENGAH BIRU


Orang bilang, kehidupan ini seperti roda yang akan selalu berputar. Setiap orang pernah merasakan jatuh, terpuruk dan merasa hidup ini ngga ada artinya. Tapi, coba ingat sebelum Anda merasakan ini pasti ada kebahagiaan, kedamaian, dan ketentraman dalam hidup Anda kan? Jangan bilang tidak! Meskipun itu hanya sesuatu yang kecil. Cobalah Anda hargai sesuatu dari yang paling kecil, jika Anda inigin dihargai oleh sekelompok orang.
Jika Anda berada diantara dua cermin masyarakat yang berbeda pandangannya. Misalkan, kelompok A merupakan kumpulan orang yang selalu menggunakan logikanya untuk melakukan sesuatu tanpa banyak bicara. Dan banyak sekali syarat untuk bergabung dalam kelompok tersebut. Jika Anda merupakan orang yang biasa saja dan justru berprinsip kebalikan dengan mereka, lalu Anda bergabung dengannya. Dan semua yang Anda lakukan berdasarkan paksaan untuk menjadi sama dengan mereka yang berbeda dasarnya dengan diri Anda. Anda bagaikan biru yang berada di tengah-tengah warna biru tersebut. Tak terlihatkan ? Namun, kita lihat akibatnya. Mereka jarang sekali untuk berkomunikasi, sehingga kecilnya koordinasi yang tercipta diantara mereka. Lalu, bayangkanlah ketika kelompok tersebut sedang dalam kondisi bahaya. Apa yang akan terjadi? Mereka hanya akan menyelamatkan diri sendiri, tanpa ada keinginan untuk bersama dengan kawannya.
Sedangkan kelompok B, merupakan kelompok orang yang kebanyakan masyarakat memandang rendah kelompok ini. Karena tak memerlukan banyak syarat untuk bergabung dengan mereka. Mereka berpedoman pada suatu prinsip yaitu “Manusia merupakan makhluk sosial”. Dalam suatu kehidupan, ada yang dinamakan proses sosialisasi. Yaitu proses mempelajari atau mengenal kebiasaan yang ada di lingkungan hidupnya tersebut. Sehingga pada kelompok B ini, mereka akan membiarkan rakyatnya hidup dengan kebebasan bersosialisasi sendiri namun tetap diberlakukan suatu peraturan atau adat. Tanpa adanya suatu kekangan, dan jarak antara strata sosial. Lalu, apa yang akan Anda bayangkan? Tentu saja kehidupan yang akan terjadi di kelompok ini lebih terbuka, dan saling menciptakan lingkungan yang baik antar individu.
Jadi, intinya jika Anda berada di antara kelompok yang digambarkan seperti di atas. Anda tidak perlu merasa rendah, atau bodoh jika bereada di kelompok B. Karena hidup yang baik itu tak perlu banyak syarat. Biarkan segalanya berjalan apa adanya namun disertai dengan keinginan untuk maju bersama. Lebih baik Anda menjadi MERAH DI TENGAH-TENGAH BIRU daripada menjadi BIRU DI TENGAH WARNA BIRU.

Translate